Warren Buffett Pensiun dan Wariskan Ilmu Strategi Investasi Bunga Majemuk Senilai Rp2.526 Triliun

Senin, 12 Januari 2026, 16:25
Warren Buffett Pensiun dan Wariskan Ilmu Strategi Investasi Bunga Majemuk Senilai Rp2.526 Triliun

  • Warren Buffett resmi pensiun sebagai CEO Berkshire Hathaway pada akhir 2025 dengan total kekayaan pribadi mencapai Rp2.526,3 triliun.
  • Kunci utama kesuksesan investasi Buffett terletak pada pemanfaatan bunga majemuk (compound interest) dan memulai investasi sedini mungkin.
  • Bagi investor ritel, Buffett merekomendasikan reksa dana indeks S&P 500 sebagai instrumen terbaik untuk pertumbuhan kekayaan jangka panjang.

ETOLESA.WEB.ID - SUMENEP – Investor legendaris asal Amerika Serikat, Warren Buffett, secara resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai CEO Berkshire Hathaway pada akhir 2025 dengan meninggalkan catatan finansial yang fenomenal. Menandai akhir era kepemimpinannya, sosok yang dijuluki Oracle of Omahaini tercatat memiliki kekayaan pribadi sebesar US1 triliun.

Karier gemilang Buffett memang sulit untuk diduplikasi, namun prinsip dasar yang ia gunakan untuk membangun kekuasaan finansialnya tetap menjadi rujukan utama bagi investor di seluruh dunia. Dalam berbagai kesempatan, Buffett selalu menekankan satu rahasia sederhana namun krusial dalam akumulasi kekayaan.

Dalam rapat tahunan Berkshire Hathaway pada tahun 1999, Buffett pernah ditanya seorang pemegang saham tentang cara membangun kekayaan hingga US$30 miliar. Jawaban Buffett singkat.

"Mulailah sejak muda," kata Buffett sambil terkekeh dikutip dari CNBC Make It, Minggu (11/1/2026).

Buffett mengibaratkan proses akumulasi modal tersebut seperti fenomena bola salju yang menggelinding dari puncak bukit yang tinggi.

"Jadi, kami mulai sejak usia sangat muda dengan menggulirkan bola salju ke bawah, dan tentu saja... sifat bunga majemuk adalah berperilaku seperti bola salju," katanya.

Kekuatan Investasi Sejak Dini

Secara teknis, bunga majemuk merupakan kondisi di mana investor memperoleh imbal hasil tidak hanya dari modal awal, tetapi juga dari akumulasi keuntungan sebelumnya. Buffett menegaskan bahwa jika ia harus memulai kembali kariernya dengan modal hanya US$10.000, ia akan tetap konsisten mencari perusahaan berkualitas dengan harga di bawah nilai wajarnya.

Kendati demikian, Buffett menyadari bahwa tidak semua investor memiliki kapasitas analisis mendalam terhadap saham individual. Sebagai solusi praktis bagi masyarakat umum, ia menyarankan instrumen yang lebih pasif namun efektif.

"Menurut saya, bagi kebanyakan orang, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah memiliki reksa dana indeks S&P 500," ujarnya pada pertemuan tahunan pemegang saham Berkshire Hathaway tahun 2021.

Simulasi data menunjukkan bahwa perbedaan waktu mulai investasi sangat memengaruhi hasil akhir. Sebagai contoh, seorang pemuda usia 22 tahun yang menginvestasikan US5.000 per tahun (asumsi imbal hasil 8%), dapat mengumpulkan portofolio US15 juta.

Makna Kekayaan dan Nilai Waktu

Meskipun angka-angka tersebut sangat menggiurkan, Buffett mengingatkan bahwa uang memiliki batas dalam memberikan kebahagiaan. Pada pertemuan tahun 1999, ia menekankan bahwa setelah kebutuhan hidup standar terpenuhi, tambahan kekayaan tidak lagi memberikan dampak signifikan pada kualitas hidup seseorang.

"Uang tidak banyak berpengaruh setelah mencapai tingkat moderat," katanya.

Bagi miliarder ini, waktu tetaplah aset yang paling berharga dan tidak dapat dibeli dengan materi sebanyak apa pun.

"Jika Anda meminta saya untuk menukar sebagian besar kekayaan bersih saya dengan beberapa tahun tambahan dalam hidup saya atau untuk dapat melakukan apa yang saya inginkan selama tahun-tahun tersebut, saya akan melakukannya dalam sekejap," katanya.

Pensiunnya Warren Buffett menandai berakhirnya sebuah sejarah besar dalam dunia pasar modal global. Warisan pemikiran dan strategi investasinya kini menjadi pedoman abadi bagi generasi investor mendatang dalam mengelola manajemen keuangan dan memahami esensi waktu.


(*)

TerPopuler

close