- Game Over untuk Grok: Pemerintah Indonesia resmi memutus akses sementara chatbot Grok milik Elon Musk karena masalah konten pornografi AI.
- Rekor Dunia: RI jadi negara pertama yang berani melakukan "ban" tegas terhadap Grok, sampai-sampai disorot media raksasa seperti Reuters dan The Guardian.
- Syarat Unblock: Akses baru akan dibuka lagi kalau pihak X (Twitter) sudah tobat dan memperbaiki sistem keamanannya sesuai aturan Komdigi.
ETOLESA.WEB.ID - Dunia teknologi dan jagat maya lagi heboh karena pemerintah Indonesia baru saja mengeluarkan jurus ban hammer kepada Grok AI, chatbot kecerdasan buatan milik Elon Musk.
Langkah tegas Pemerintah Indonesia blokir Grok AI ini langsung jadi buah bibir media internasional karena Indonesia dianggap sebagai "pemain pertama" yang berani memutus akses Grok akibat risiko konten pornografi AI dan deepfake seksual.
Media asing sekelas Reuters sampai ikutan lapor kalau kebijakan ini diambil demi menjaga ruang digital tetap bersih dari konten "aneh-aneh" yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan tersebut.
Kronologi Grok Kena Banned di Indonesia
Kejadian ini bermula pada Sabtu (10/1/2025). Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melihat adanya celah bahaya di Grok yang bisa bikin gambar-gambar manipulasi seksual alias deepfake.
Bayangkan saja, fitur AI yang harusnya buat bantu kerjaan malah disalahgunakan untuk bikin visual yang melanggar privasi, terutama menyasar perempuan dan anak-anak.
Menteri Komdigi, Meutya Hafid, menegaskan kalau praktik deepfake seksual nonkonsensual itu pelanggaran HAM berat.
Menteri Komdigi, Meutya Hafid, menegaskan kalau praktik deepfake seksual nonkonsensual itu pelanggaran HAM berat.
Jadi, daripada makin banyak korban yang fotonya "diedit" tanpa izin, lebih baik aksesnya diputus dulu sementara. Ibarat main game, Grok lagi kena suspend karena melanggar terms of service di server Indonesia.
Reaksi Elon Musk dan Media Internasional
Media Inggris The Guardian juga nggak mau ketinggalan bahas isu ini. Mereka menyoroti gimana Grok bisa dipakai buat memanipulasi gambar orang jadi nggak pakai baju atau posisi yang nggak sopan.
Reaksi Elon Musk dan Media Internasional
Media Inggris The Guardian juga nggak mau ketinggalan bahas isu ini. Mereka menyoroti gimana Grok bisa dipakai buat memanipulasi gambar orang jadi nggak pakai baju atau posisi yang nggak sopan.
Gara-gara drama ini, xAI (perusahaan pengembang Grok) langsung buru-buru membatasi fitur edit gambarnya cuma buat pelanggan berbayar doang.
Lalu, apa kata Lord Elon Musk? Si bos X ini cuma bilang kalau siapa pun yang pakai Grok buat bikin konten ilegal bakal kena konsekuensi hukum yang sama kayak nyebar konten terlarang lainnya.
Lalu, apa kata Lord Elon Musk? Si bos X ini cuma bilang kalau siapa pun yang pakai Grok buat bikin konten ilegal bakal kena konsekuensi hukum yang sama kayak nyebar konten terlarang lainnya.
Singkatnya: "Lu yang buat, lu yang tanggung jawab, Bro!"
Kenapa Harus Diblokir Sekarang?
Komdigi nggak asal tebas. Langkah ini berdasarkan Permenkominfo No. 5 Tahun 2020 tentang PSE Lingkup Privat.
Kenapa Harus Diblokir Sekarang?
Komdigi nggak asal tebas. Langkah ini berdasarkan Permenkominfo No. 5 Tahun 2020 tentang PSE Lingkup Privat.
Aturan itu mewajibkan platform kayak X dan Grok buat mastiin sistem mereka nggak jadi sarang konten terlarang.
Alexander Sabar, Dirjen Pengawasan Ruang Digital, bilang kalau Grok sejauh ini belum punya "pagar" yang kuat buat mencegah foto warga Indonesia diolah jadi konten pornografi.
Alexander Sabar, Dirjen Pengawasan Ruang Digital, bilang kalau Grok sejauh ini belum punya "pagar" yang kuat buat mencegah foto warga Indonesia diolah jadi konten pornografi.
Sampai perwakilan X dipanggil dan sistem keamanannya diperbaiki, Grok terpaksa harus duduk manis di pojokan dulu alias dilarang masuk ke wilayah internet Indonesia.
Keputusan ini juga didukung secara moral oleh Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, yang menyebut penggunaan AI untuk eksploitasi seksual sebagai tindakan yang sangat menjijikkan.
Keputusan ini juga didukung secara moral oleh Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, yang menyebut penggunaan AI untuk eksploitasi seksual sebagai tindakan yang sangat menjijikkan.
Jadi, bukan Indonesia doang yang resah, tapi dunia internasional juga mulai waswas sama liarnya perkembangan AI generatif ini.
Pemerintah menegaskan akses akan kembali dipulihkan setelah platform tersebut memenuhi kewajiban perlindungan pengguna sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.
Pemerintah menegaskan akses akan kembali dipulihkan setelah platform tersebut memenuhi kewajiban perlindungan pengguna sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.
(*)

