- Gejala nyeri lutut akibat radang sendi (osteoarthritis) atau cedera yang mengganggu aktivitas sehari-hari memerlukan penanganan medis yang tepat dan komprehensif.
- Knee Arthroplasty atau operasi penggantian sendi lutut menjadi solusi efektif untuk menghilangkan rasa nyeri kronis serta memulihkan fungsi pergerakan pasien secara aman.
- Layanan Orthopedic Center Mayapada Hospital menyediakan prosedur operasi modern yang didukung oleh tim dokter spesialis dan fasilitas pemulihan pasca-tindakan yang lengkap.
Cara Mengatasi Nyeri Lutut Kronis Akibat Radang Sendi Melalui Prosedur Knee Arthroplasty di Orthopedic Center Mayapada Hospital Bandung.
ETOLESA.WEB.ID - Nyeri lutut yang timbul saat berjalan, menaiki tangga, atau berolahraga sering kali dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa menjadi indikasi serius adanya radang sendi atau arthritis. Baik dipicu oleh faktor penuaan (osteoarthritis), gangguan sistem imun (rheumatoid arthritis), maupun cedera fisik, gangguan pada persendian ini memerlukan penanganan medis yang akurat agar tidak melumpuhkan mobilitas penderitanya.
Salah satu solusi medis mutakhir bagi pasien yang kesulitan menjalani rutinitas harian adalah Knee Arthroplasty. Prosedur ini merupakan operasi penggantian sendi yang rusak dengan sendi buatan berbahan logam atau plastik berkualitas tinggi untuk mengembalikan fungsi lutut secara optimal.
Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Panggul dan Lutut Mayapada Hospital Bandung, dr. Eka Mulyana, SpOT (K), memberikan penjelasan mendalam mengenai efektivitas prosedur ini dalam meredakan nyeri secara permanen dan aman.
"Prosedur biasanya berlangsung 1-2 jam, dimulai dari pembiusan (anestesi), sterilisasi area kulit di atas sendi, membuat sayatan kecil di lutut untuk mengganti sendi yang rusak dengan sendi buatan, dan ditutup kembali dengan jahitan yang rapi," ungkap dia dalam keterangan resmi, Jumat (2/1/2025).
Persiapan sebelum operasi sangat krusial guna memastikan keamanan pasien. Beberapa protokol yang wajib dipenuhi antara lain puasa selama 8 jam, uji laboratorium, serta pemeriksaan jantung melalui EKG. Dokter juga menekankan pentingnya keterbukaan pasien mengenai riwayat kesehatan dan konsumsi obat-obatan tertentu.
"Bila perlu, pasien harus menghentikan konsumsi obat yang meningkatkan risiko perdarahan," tambah dr. Eka.
Pasca-tindakan, manajemen pemulihan dilakukan secara terukur. Pasien disarankan mengonsumsi pereda nyeri serta pengencer darah sesuai instruksi medis. Dukungan pemulihan juga mencakup penggunaan alat bantu jalan sementara, aplikasi kompres, pemakaian stoking elastis untuk kelancaran aliran darah, hingga latihan fisik bertahap tanpa membebani lutut secara berlebihan.
Bagi masyarakat yang mengalami keluhan persendian, pemeriksaan dini di Orthopedic Center Mayapada Hospital sangat dianjurkan. Layanan unggulan ini menawarkan penanganan komprehensif, mulai dari diagnosis hingga terapi operatif dan non-operatif. Selain itu, akses layanan semakin mudah karena Mayapada Hospital telah bermitra dengan berbagai perusahaan asuransi kesehatan ternama.
Untuk konsultasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi call centre 150770 atau menggunakan aplikasi MyCare. Platform digital ini tidak hanya memudahkan reservasi, tetapi juga menyediakan informasi edukatif mengenai kasus ortopedi serta fitur Personal Health untuk memantau kesehatan mandiri seperti detak jantung dan indeks massa tubuh (BMI). Unduh MyCare di App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan berbagai keuntungan layanan di unit Mayapada Hospital.
(*)

