Bahaya Maksiat di Usia Empat Puluh dan Cara Menghindari Tipu Daya Setan

Kamis, 01 Januari 2026, 19:55
Bahaya Maksiat di Usia Empat Puluh dan Cara Menghindari Tipu Daya Setan

  • Peringatan Usia 40 Tahun: Batasan usia krusial di mana dominasi keburukan atas kebaikan menjadi kemenangan besar bagi setan.
  • Ratapan Setan atas Tobat Nasuha: Setan merasa celaka dan berduka ketika seorang hamba berhasil keluar dari kubangan kebodohan menuju ampunan Allah.
  • Pentingnya Perlindungan Ilahi: Doa dan perlindungan kepada Allah adalah satu-satunya perisai dari hati yang tidak khusyuk, ilmu yang tidak bermanfaat, dan jerat fitnah dunia.


ETOLESA.WEB.ID - Maksiat dan dosa seringkali menjadi jerat halus yang menghalangi seorang hamba dari cahaya hidayah, terutama ketika seseorang telah memasuki usia empat puluh tahun namun belum menunjukkan tanda-tanda tobat nasuha. 

Dalam pandangan Islam, setan dan iblis sangat menyukai orang yang terjebak dalam kebodohan spiritual, karena mereka lebih mudah disesatkan tanpa disadari. 

Artikel ini akan memberikan keterangan tentang bagaimana waspada terhadap godaan setan, pentingnya kembali kepada Allah Yang Maha Pengasih, serta doa-doa perlindungan agar kita terhindar dari siksa neraka dan kebencian Allah SWT.

Diriwayatkan bahwa Nabi s.a.w. bersabda, "Jika seorang laki-laki sampai pada usia empat puluh tahun sementara kebaikannya tidak melebihi keburukannya, maka setan akan mencium keningnya di antara dua matanya. Ia akan berkata kepadanya, 'Kau telah mengorbankan wajah yang tidak akan pernah beruntung'."

Pernyataan ini merupakan peringatan keras bagi setiap Muslim untuk segera berbenah. Namun, pintu kasih sayang Allah selalu terbuka luas bagi mereka yang ingin kembali. 

Jika Allah berbelas kasihan kepadanya dan menerima tobatnya, menyelamatkannya dari kesesatan, dan mengeluarkannya dari kubangan kebodohan, setan akan berkata, "Celakalah ia! Dahulu ia telah menghabiskan sepanjang umurnya dalam kesesatan hingga maksiatnya membuat mataku senang. Sekarang Allah telah mengeluarkannya dari kebodohan itu dan menerima tobatnya, tobatnya telah membuatku berduka."

Wahai hamba Allah, jangan pernah menerima godaan dan rayuan setan, kembalilah bertobat kepada Penolongmu, Sang Maha Pengasih, niscaya Dia akan menutupi dosa dan kekurangan kalian ampunan, sesungguhnya Dia Maha Mulia dan Maha Pemberi karunia.

Sebagai hamba yang lemah, hendaknya kita senantiasa melangitkan doa-doa perlindungan. Aku berlindung kepada Allah dari penderitaan setelah kebahagiaan, aku berlindung kepada-Nya dari kelalaian setelah semangat tinggi, kekurangan setelah kelebihan, kekafiran setelah keimanan, dan dari terputusnya tali silaturahim dan rezki. Aku berlindung kepada Allah dari ketaatan kepada setan, hukuman dan kehinaan, sikap ingkar janji, dan dari sikap penentangan terhadap Sang Raja Yang Berhak Disembah. Aku berlindung kepada Allah dari siksa abadi dan dari kebencian Tuhan Yang Mahamulia lagi Maha Pemurah.

Wahai hamba Allah, berhati-hatilah dari tipu daya setan, karena ia juga bisa mengungkap kekurangan dan mampu menjerumuskan seorang hamba ke jurang dosa. Setan memiliki banyak jalan untuk masuk ke dalam hati, karena itu mintalah perlindungan dari kejahatannya kepada Penolongmu, Tuhan Yang Maha Mengetahui alam gaib.

Mari kita merunduk dan bermunajat agar hati kita tidak membatu. Aku berlindung kepada Allah dari hati yang tidak khusyuk, mata yang tidak berlinang air mata, dan dari ilmu yang tak berguna. Aku berlindung kepada Allah dari perjalanan menuju azab-Nya, kegagalan dalam mendapat rahmat-Nya, dan dari berhias dengan maksiat kepada-Nya.

Akhirnya, konsistensi dalam iman adalah kunci keselamatan. Aku berlindung kepada Allah dari penyimpangan hati, dosa yang tak kunjung henti, dan dari aib yang terus terjadi. Aku berlindung kepada Allah dari kebencian Tuhan Yang Maha Mengetahui alam gaib, pengaruh sesat fitnah serta dari petaka dan cobaan. Aku berlindung kepada Allah dari murka Tuhan Yang Maha Pemurah dan Pemberi karunia, kekurangan setelah kesempurnaan, keterbelakangan setelah kemajuan, dan dari kebencian Tuhan Sang Penguasa Yang Mahabijaksana.

TerPopuler

close